ELKHANA BRYAN

February 28, 2023

PERANTAU

Perantau

Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik, yaitu tanah air surgawi. Sebab itu, Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka. (Ibrani 11:16)

Suami istri teman saya ini membuat saya salut. Karena seringnya berpindah tempat tinggal, mereka selalu menyiapkan koper dan ransel. Mereka menahan diri belanja, sehingga tidak memiliki banyak barang. Ini mereka lakukan agar memudahkan proses kepindahan. Mereka melayani sebagai misionaris dan pelayanan mereka menjadi berkat di mana pun mereka ditempatkan.

Tinggal sementara di tempat yang Tuhan tentukan juga menjadi bagian dari kehidupan para saksi iman. Mereka tidak pernah memiliki tempat tinggal yang tetap. Abraham sekalipun hanya tinggal sementara di tanah perjanjian, itu pun hanya berkemah. Belum lagi para tokoh iman lainnya. Mereka bahkan ada yang tinggal di gurun, pegunungan, gua, dan celah-celah gunung. Namun mereka bertahan karena iman mereka. Tujuan penulis kitab Ibrani mendaftarkan para tokoh iman dengan penderitaan yang mereka alami adalah agar kita pun meneladani ketekunan mereka. Untuk itu, mata kita haruslah senantiasa tertuju kepada Kristus (Ibr 12:2-3).

Keadaan kita saat ini tentu tidak sepadan dengan risiko dan bahaya yang dihadapi para tokoh di zaman Alkitab. Mereka menantikan kedatangan Kristus yang dijanjikan, sedangkan kita tinggal menikmati penggenapan janji itu. Namun sikap mereka dapat kita contoh. Kita harus senantiasa mengingatkan diri kita, bahwa bumi hanya tempat tinggal kita sementara. Pada dasarnya kita adalah perantau. Suatu saat nanti, kita pasti tiba di tanah perjanjian yang kekal, yakni surga yang dijanjikan oleh Kristus (Yoh 14:2). -Dunia tipu tipu.com-

BUMI TEMPAT KITA TINGGAL SAAT INI ADALAH TEMPAT PERANTAUAN.
SAATNYA NANTI KITA AKAN TINGGAL DI RUMAH BAPA YANG KEKAL.

December 06, 2020

BERSYUKUR DALAM SEGALA HAL


1 Tesalonika 5 :18
Mengucap syukurlah dalam segala hal sebab itu lah yang di kehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu..

Dalam keadaan apapun Tuhan mau agar kita tetap bersyukur padaNya..karna dalam keadaan sesulit apapun Tuhan pasti hadir untuk menolong kita..

Tau gak kamu terkadang hadiah terindah dari Tuhan itu gak selalu dimulai dengan hal hal yg indah ,, tapi terkadang Tuhan justru memulainya dengan sesuatu yg menurut kita adalah masalah besar bagi kita,,hingga kita marah dan kecewa sama Tuhan karna kita belum menyadari dibalik setiap masalah yg Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita ternyata ada Berkat Indah tersimpan didalamnya..
Karna itu mulai skrg marilah kita terus belajar untuk mengucap syukur dalam segala hal.

Selamat malam 
Tuhan Yesus Memberkati kita semua..

amin๐Ÿ™๐Ÿ™


September 19, 2020

UPAH YANG DIUBAH


"Selama dua puluh tahun ini aku di rumahmu; aku telah bekerja padamu empat belas tahun lamanya untuk mendapat kedua anakmu dan enam tahun untuk mendapat ternakmu, dan engkau telah sepuluh kali mengubah upahku." (Kejadian 31:41)

Bekerja keras selama sebulan penuh tetapi upah yang diberikan tak sesuai perjanjian atau kesepakatan sungguh mengesalkan hati. Saya pernah mengalaminya ketika bekerja di sebuah lembaga, dengan memori yang masih jelas sampai sekarang. Meski saat itu saya tak bisa menyampaikan protes secara terbuka, tetapi perlakuan semacam itu sempat menorehkan luka hati dan mengurangi kesungguhan dalam bekerja. Maklum, nominal dari pengubahan upah terbilang cukup signifikan bagi ukuran kantong saya waktu itu. Untunglah perasaan negatif itu tidak bertahan lama karena saya segera membereskannya.

Yakub sempat mengalami hal yang lebih mengesalkan. Selama 14 tahun ia bekerja di rumah Laban, sepuluh kali mertuanya itu mengubah upah yang semula dijanjikannya kepada Yakub. Tak hanya itu, saudara Esau ini juga sempat ditipu oleh Laban terkait niatnya untuk menikahi Rahel, anak bungsu Laban. Jika semula Yakub dijanjikan akan mendapat Rahel setelah 7 tahun bekerja, tetapi faktanya ia harus menambah 7 tahun lagi demi mendapatkan wanita yang dicintainya. Namun, untunglah Yakub disertai oleh Allah, sehingga ia tidak meninggalkan Laban dengan tangan hampa karena Allah memberkatinya dengan luar biasa.

Manusia kerap kali dengan mudah mengingkari perjanjian dengan sesamanya, tetapi Allah tak pernah melakukan hal itu. Oleh karenanya, kita dapat mengandalkan Dia dan memegang teguh janji-Nya, sambil mengikuti teladan-Nya dengan menjadi pribadi yang berupaya menepati janji atau kesepakatan yang akan kita buat mulai hari ini.

HANYA ALLAH YANG TAK PERNAH KELIRU DALAM
MENENTUKAN UPAH DALAM KEHIDUPAN UMAT-NYA