People who are a blessing to other people's lives will not save it just for her blessing. (Barrie)
ELKHANA BRYAN
September 23, 2017
Berbeda tetapi bersama
Berbeda Tetapi Bersama
"Oleh sebab itu, TUHAN kiranya menunjukkan kasih dan setia-Nya kepadamu. Aku pun akan berbuat kebaikan yang sama kepadamu, karena kamu telah melakukan hal yang demikian." (2 Samuel 2:6)
Pencarian seorang pemimpin bangsa melalui pemilihan umum sering menyebabkan terbelahnya rakyat pendukung calon pemimpin yang bertarung. Persaingan ini kadang menimbulkan permusuhan yang masih membekas seusai perhelatan politik itu. Permusuhan ini akan berkepanjangan jika pemimpin terpilih tidak berinisiatif untuk melakukan rekonsiliasi antar anak bangsa. Rekonsiliasi penting karena pemimpin yang terpilih adalah pemimpin seluruh bangsa, bukan hanya atas pendukungnya.
Saat Daud menjadi raja menggantikan Saul, sesuai dengan petunjuk Allah, ia pergi ke Hebron. Di situ ia diurapi untuk kedua kalinya. Ini memperlihatkan penerimaan penduduk wilayah itu terhadap Daud sebagai orang yang diurapi. Namun, sebagai raja, ia juga harus bijak menghadapi orang-orang yang tidak mendukungnya. Orang-orang Yabesh-Gilead, misalnya, sangat setia kepada Saul. Namun, hal itu tidak menjadi ganjalan bagi Daud karena ia lebih mengutamakan kedamaian dan kesatuan. Oleh karena itu, Daud mengambil inisiatif untuk menghubungi mereka dan menawarkan persahabatan dengan mereka.
Daud sadar bahwa ia adalah raja atas seluruh bangsanya. Kesadaran ini juga seharusnya yang kita miliki. Kita juga harus menjalin hubungan atau berteman dengan semua orang apa pun suku, agama, atau latar belakangnya. Tuhan Yesus sudah memberi teladan dengan mengasihi semua orang, baik yang menyukai Dia maupun yang membenci Dia. Sudah menjadi kodrat kita kalau kita diciptakan berbeda satu sama lain. Berbeda, tetapi tetap bersama. Alangkah indahnya.
Selamat pagi,Selamat hari Minggu saudaraku
Khana blogger
February 12, 2017
Hanya Dua Pilihan "Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku
Hanya Dua Pilihan
"Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku " (Matius 12:30)
Tuhan Yesus mengusir setan. Namun, kaum Farisi menuduh Dia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Mereka meniupkan isu bahwa Tuhan adalah antek Beelzebul. Rupanya, apa pun juga akan mereka lakukan demi menghalangi misi Kristus. Karena itu, Tuhan berkata, "Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku".
Tuhan tidak menyederhanakan masalah, atau melihatnya secara hitam-putih. Namun, Dia mau menegaskan bahwa di hadapan misi Kristus bagi dunia, hanya ada dua pilihan: mengusahakan yang baik bagi dunia (berarti berjalan bersama Kristus), atau menghalangi hadirnya hal-hal baik bagi dunia (berarti melawan misi Kristus). Kristus menghendaki agar damai hadir di bumi (Mat 5:9). Maka, hanya ada dua pilihan: mendukung kehadiran damai di bumi, atau menghalanginya.
Ada amat banyak perbedaan: etnis, budaya, keyakinan, ideologi, dan seabreg lainnya. Perbedaan-perbedaan itu telah memicu banyak tindakan antidamai: menolak, menjauhi, meminggirkan, bahkan meniadakan sesama. Orang pun berpikir, semua perbedaan itulah pangkal ketidakdamaian.
Tetapi bagi para pecinta damai, perbedaan macam itu tak sedikit pun menjadi penghalang. Perbedaan bukanlah pangkal ketidakdamaian! Itu hanyalah dalih kesukaan mereka yang antidamai. Hadir-tidaknya damai tidak ditentukan oleh perbedaan macam itu, tetapi oleh sikap cinta damai, atau antidamai.
Maka, pertanyaan yang harus kita jawab adalah: Di manakah kita berdiri? Di antara para pecinta damai, atau di antara mereka yang anti damai -Renungan Harian
Bacaan:
Matius 12:22-30;
Matius 5:9
Bilangan 1-2
Selamat hr Minggu saudaraku
Khanabloger
January 22, 2017
Dia Lupa Masa Surammu
"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yohanes 1:9)
Saya pernah mempunyai satu pendapat bahwa garis keturunan Yesus Kristus pastilah garis keturunan yang "bersih". Garis keturunan dengan darah Yahudi tulen dan terbebas dari tokoh yang memiliki sejarah suram. Namun, suatu kali ketika saya membaca silsilah Yesus, pikiran saya terganggu dengan beberapa nama yang mempunyai latar belakang suram atau pernah melakukan kesalahan besar. Sebut saja Yehuda dan Tamar (ay. 3). Tamar adalah menantu Yehuda yang bersundal, maaf, dengan ayah mertuanya sendiri sehingga melahirkan Perez (Kej 38:1-30). Salmon dan Rahab (ay. 5). Rahab adalah seorang pelacur di Yerikho yang menolong dua pengintai Israel (Yos 2:1-24). Boas dan Rut (ay. 4). Rut adalah orang Moab (Rut 1:1-22). Terakhir Daud dan istri Uria-Batsyeba (ay. 6). Masih ingat perselingkuhan kedua insan ini? (2Sam 11:1-26).
Nama-nama di atas bukanlah tokoh yang "bersih" dan tidak pernah melakukan kesalahan. Namun, mereka adalah pribadi-pribadi yang menyadari kesalahannya dan kembali kepada Tuhan. Tuhan menerima mereka, melupakan kesalahannya, bahkan memakainya dalam garis keturunan Kristus Yesus Sang Juruselamat.
Tuhan memegang firman-Nya! Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia mengampuni dosa kita. Adakah kesalahan besar yang pernah kita lakukan? Adakah sejarah suram yang kita risaukan? Datanglah kepada Tuhan, akui di hadapan-Nya dan mintalah pengampunan. Dia akan menerima kita tanpa syarat dan bahkan akan memakai kita dalam pekerjaan-Nya. --
Renungan Harian kristen
Bacaan: Matius 1:1-17
Keluaran 14-16
"selamat hari minggu Tuhan Yesus memberkati saudara semua"
bryankhana.blogspot.co.id
Subscribe to:
Comments (Atom)