ELKHANA BRYAN

January 27, 2019

BERAKAR DALAM KRISTUS

Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman sebagaimana telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. (Kolose 2:7)

Bagi tumbuhan, akar memiliki banyak kegunaan. Selain untuk menyerap air dan zat hara, yang penting adalah untuk menunjang berdirinya tumbuhan. Akar yang tertancap ke dalam tanah berfungsi seperti pondasi bangunan. Akar membuat tumbuhan dapat berdiri kokoh di atas tanah. Oleh karena itu, tumbuhan dapat bertahan dari terjangan angin kencang dan hujan deras. Pohon tersebut tidak akan mudah tumbang atau rubuh oleh karena akarnya menjadi pengikat yang kuat ke tanah.
Analogi serupa dipakai Rasul Paulus untuk menggambarkan pentingnya bagi umat Kristen di Kolose untuk tetap berpegang pada ajaran dari Kristus. Sebab, di sekitar mereka pada waktu itu telah berkembang berbagai pengajaran yang berbeda dengan ajaran Kristus, yang berpotensi akan menjauhkan mereka dari kebenaran Kristus yang telah diajarkan oleh Paulus. Karena itu, untuk dapat berdiri teguh, maka jemaat itu haruslah mengakar pada ajaran Kristus sebagai sumber "makanan" rohani mereka. Ajaran Kristuslah yang akan memberi pertumbuhan bagi rohani manusia, sehingga dapat bertumbuh dan berbuah dengan baik. Dan ajaran Kristus juga yang akan memampukan mereka tetap berdiri teguh dalam iman.
Pertumbuhan iman kita sama seperti sebuah tumbuhan, harus mempunyai akar yang kuat. Tanpa itu, maka iman kita akan mudah ditumbangkan oleh dunia ini. Berakar di dalam Kristus adalah sebuah jaminan akan pertumbuhan iman yang baik dalam hidup.

ORANG YANG BERAKAR DI DALAM KRISTUS
AKAN MAMPU MENGHADAPI SITUASI SULIT APA PUN.

January 19, 2019

SANG MOTIVATOR


... berkatalah Ia kepadanya, "Maukah engkau sembuh?" (Yohanes 5:6)

Kini peran motivator begitu menonjol. Banyak motivator ternama, bahkan kelas dunia. Banyak orang bermimpi dan berlomba untuk menjadi motivator. Apa sebenarnya yang dilakukan oleh motivator? Tentu saja mendorong atau memengaruhi orang untuk berbuat sesuatu yang positif dengan membangkitkan kemauannya. Acap kali kemauan manusia seperti tertidur pulas sehingga dirinya menjadi serba pasif.
Si lumpuh di kolam Betesda memang pasif total. Bisa dipahami. Sudah 38 tahun ia menunggu mukjizat (ay. 5). Ia terkurung oleh kepercayaan bahwa kesembuhannya hanya tergantung pada kesempatan menjadi yang pertama menceburkan diri tatkala air kolam berguncang (ay. 3). Padahal, kelumpuhan merintanginya. Berharap bantuan orang lain pun mustahil (ay. 7). Kefrustrasian mengepungnya. Yang tersisa hanya kelumpuhan: baik kaki maupun hati. Kemauan untuk sembuh pun ikut terkubur di hamparan keputusasaan. Sampai Seorang bernama Yesus datang, membuka jalan baru baginya dan berkata, "Maukah engkau sembuh?" (ay. 6).
Karena beribu alasan kita pun bisa diserang kelumpuhan kemauan. Padahal kemauanlah motor penggerak semuanya. Jadi, betapa bahayanya orang yang kehilangan kemauan, semangat, tekad dan motivasi, yang lalu diikuti oleh kecenderungan untuk menyalahkan keadaan dan orang lain karena tak berpihak padanya. Ayo, bangun! Jangan berilusi. Jangan terus mengasihani diri. Bangkitkan motivasi dari dalam diri kita sendiri. Tak ada yang sanggup menolong kita jikalau kita sendiri pun hampa motivasi.

TUHAN TIDAK MENOLONG KITA TANPA BERNIAT
UNTUK TERLEBIH DULU MENGUBAH HATI KITA.

January 13, 2019

Ingatan Akan Kebaikan-Nya


Ingatan Akan Kebaikan-Nya

"...TUHANlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia."
Seorang istri yang baru saja kehilangan suaminya berkata kepada anak-anaknya: "Kini saat Ayah telah tiada, yang dapat kita lakukan adalah mengingat hal-hal baik yang telah dilakukannya bagi kita. Dengan cara itu ia tetap hidup dalam hati kita."
Musa yang telah berjalan bersama bangsa Israel berpuluh tahun, sesungguhnya sangat mungkin untuk mengajak bangsa itu mengingat akan apa yang telah dilakukannya sebagai pemimpin mereka. Alih-alih melakukan hal tersebut, Musa mengingatkan mereka untuk tidak melupakan Tuhan dan senantiasa mengingat-Nya dalam segala alur hidup mereka. Musa mengenal watak bangsa yang dipimpinnya berpuluh tahun itu: tegar tengkuk, kerap bersungut-sungut dan mudah mengeluh.
Ia menegaskan bahwa bagi Allah tidak ada siapa pun yang terlalu buruk untuk diselamatkan atau tertinggal di luar kuasa anugerah. Kasih dan kebaikan Allah dapat menyelamatkan "sampai yang paling jauh." Dosa-dosa kita tak menghalangi kehangatan-Nya untuk menaungi kita karena Ia pengasih (ay. 31), memegang janji-Nya, dan penuh keajaiban (ay. 34). Bahkan sebagai bukti kasih-Nya, Putra-Nya yang tunggal diutus untuk menjadi korban penebus dosa bagi seisi dunia.
Ingatan kita akan kebaikan-Nya, kerinduan kita untuk berseru, memohon ampun dan menyadari kelemahan mampu menggerakkan belas kasih Allah untuk menghampiri serta mengampuni dan menyucikan kita dengan kasih-Nya. Bahkan saat kita tidak layak memperolehnya, kebaikan itu akan tetap menjangkau setiap kita, orang berdosa yang dikasihi-Nya.


TAK PERLU LARI DAN PERGI, ALLAH BEGITU MUDAH DIHAMPIRI.

January 12, 2019

TEGUH DENGAN IMAN


Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta (Daniel 6:11)

Setiap warga negara yang baik mempunyai kewajiban untuk mematuhi beragam peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Secara khusus kita orang Kristen telah diajarkan untuk "takluk kepada pemerintah yang di atasnya". Kita meyakini bahwa pemerintah di dunia berkuasa atas kita, untuk menciptakan ketertiban. Namun, bagaimana jika peraturan tersebut berisikan larangan untuk beribadah kepada Tuhan? Apa yang akan kita perbuat? Apakah kita akan tetap beribadah kepada Tuhan atau tidak?
Situasi ini dialami oleh Daniel. Ia adalah seorang pegawai tinggi di kerajaan Persia. Namun, hal itu mendatangkan kebencian pegawai raja yang lain dan mereka merencanakan sesuatu yang jahat kepada Daniel. Mereka mengajukan sebuah peraturan untuk disetujui raja, yaitu melarang semua orang beribadah kepada dewa lain, kecuali kepada raja. Jika ada yang melanggar, maka ia harus dihukum dengan masuk ke dalam gua singa. Namun Daniel tidak menjadi gentar. Ia tetap berdoa. Jendela-jendelanya tetap terbuka ke arah Yerusalem di mana Bait Suci pernah berdiri. Sekalipun itu mengancam hidupnya, Daniel tidak membiarkan apa pun menghalangi dirinya untuk terus memanjatkan permohonan-permohonannya kepada Allah.
Kita tidak boleh membiarkan apa pun menyebabkan kita mengabaikan doa dan ibadah kita kepada Allah setiap hari. Meskipun pemerintah yang berkuasa membuat aturan yang membatasi karier atau usaha kita, hubungan kita dengan Tuhan Yesus Kristus harus tetap kita pertahankan.

ORANG BERIMAN AKAN TETAP BERDOA,
MESKIPUN ITU AKAN MEMBUAT ORANG LAIN MEMBENCINYA.

Selamat beribadah minggu saudaraku semua
Tuhan yesus memberkati