ELKHANA BRYAN

November 30, 2016

Kuat Karena Teruji


Dan Allah, sumber segala anugerah, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketik (1 Petrus 5:10)

"Izinkan aku berdoa bukan agar terhindar dari bahaya, melainkan agar aku tiada takut menghadapinya. Izinkan aku memohon bukan agar penderitaanku hilang, melainkan agar hatiku teguh menghadapinya. Izinkan aku tidak mencari sekutu dalam medan perjuangan hidupku, melainkan memperoleh kekuatanku sendiri. Izinkan aku tidak mengidamkan dalam ketakutan dan kegelisahan untuk diselamatkan, melainkan harapan dan kesabaran untuk memenangkan kebebasanku. Berkati aku sehingga aku tidak menjadi pengecut dengan merasakan kemurahan-Mu dalam keberhasilanku semata, melainkan biarkan aku menemukan genggaman tangan-Mu dalam kegagalanku, " tulis Rabindranath Tagore, seniman India peraih Nobel Sastra 1913.

Banyak orang menerima Kristus agar terbebas dari penderitaan. Menurut mereka, mengandalkan Tuhan berarti mengharapkan Tuhan melakukan segala perjuangan dan mereka cukup menunggu hasilnya. Mereka memohon kemudahan dan tidak tahan menderita. Penderitaan membuat mereka menyangkal Tuhan, meragukan janji-Nya, dan tidak lagi mengindahkan perintah-Nya.

Tuhan tidak memberikan jaminan akan kepuasan jasmani di dunia. Di dunia kita akan mengalami penderitaan. Dan, kemerdekaan yang sejati bukanlah terhindar dari penderitaan, melainkan menghadapi dan memenangkannya. Syukurlah, Tuhan sanggup menolong, menguatkan, memulihkan, dan membangkitkan semangat baru. Penderitaan digunakan-Nya untuk menguatkan dan memurnikan iman kita. Andalkanlah Dia.


Bacaan: 1 Petrus 5:5-11
Setahun: 2 Korintus 9-13 

November 29, 2016

Si penyebar fitnah antara sesama. Selasa, 29 November 2016.

Syalom...

Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu … tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia. [Imamat 19:16,17]

Menyebarkan fitnah memancarkan racun lipat tiga; yang dirugikan adalah si penyebar fitnah, si pendengar, dan orang yang mengenainya fitnah itu dikatakan. Apakah cerita itu benar atau salah, berdasarkan perintah Firman Tuhan ini, kita dilarang untuk menyebarkannya. Nama baik umat Tuhan seharusnya kita pandang sangat berharga dan kita seharusnya merasa malu menolong iblis mencela Gereja dan nama Tuhan. Ada lidah lebih memerlukan kekang daripada pacu. Banyak yang merasa bangga sudah menarik ke bawah saudara-saudara mereka, seakan-akan dengan begitu diri mereka semakin tinggi. Anak-anak Nuh yang bijaksana membentangkan sehelai kain pada ayah mereka, sedangkan anak lain yang memamerkan ketelanjangan ayahnya memperoleh kutukan yang menakutkan. Kita di dalam masa-masa kelam mungkin memerlukan kesabaran dan keheningan dari saudara-saudara kita, marilah kita dengan suka hati melakukannya juga untuk mereka yang memerlukannya sekarang. Hendaklah ini menjadi aturan keluarga kita, dan pengikat pribadi kita — Jangan memfitnah [Titus 3:2].

Tetapi Roh Kudus mengizinkan kita untuk mengecam dosa, dan menentukan caranya. Mengecam dosa harus dilakukan dengan menegur saudara kita di hadapannya, bukan dengan mencercanya di belakang mereka. Ini adalah cara yang berani, bersifat persaudaraan, menyerupai Kristus dan di dalam anugerah Allah akan berguna. Apakah dagingmu menciut? Kalau demikian kita harus memberikan penekanan yang lebih besar kepada hati nurani, dan tetap melakukannya, supaya jangan dengan membiarkan dosa pada teman kita, kita sendiri malah menjadi berdosa. Beratus-ratus orang diselamatkan daripada dosa yang besar melalui peringatan-peringatan yang tepat waktu, bijaksana, dan penuh kasih dari para pelayan dan saudara yang setia. Tuhan kita Yesus telah meletakkan bagi kita suatu contoh yang murah hati bagaimana menghadapi teman-teman yang bersalah lewat peringatan-Nya kepada Petrus, lewat doa yang Dia lakukan sebelumnya; dan lewat cara yang lembut saat Dia menanggung lagak penyangkalan Petrus yang membuat Petrus memerlukan peringatan.

____________________
(diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).

"minyak untuk penerangan, rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian,"

Syalom...

Keluaran 35:8  minyak untuk penerangan, rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian,


Spices for anointing oil. — Exodus 35:8


Much use was made of this anointing oil under the law, and that which it represents is of primary importance under the gospel. The Holy Spirit, who anoints us for all holy service, is indispensable to us if we would serve the Lord acceptably. Without his aid our religious services are but a vain oblation, and our inward experience is a dead thing. Whenever our ministry is without unction, what miserable stuff it becomes! nor are the prayers, praises, meditations, and efforts of private Christians one jot superior. A holy anointing is the soul and life of piety, its absence the most grievous of all calamities. To go before the Lord without anointing is as though some common Levite had thrust himself into the priest’s office—his ministrations would rather have been sins than services. May we never venture upon hallowed exercises without sacred anointings. They drop upon us from our glorious Head; from his anointing we who are as the skirts of his garments partake of a plenteous unction. Choice spices were compounded with rarest art of the apothecary to form the anointing oil, to show forth to us how rich are all the influences of the Holy Spirit. All good things are found in the divine Comforter. Matchless consolation, infallible instruction, immortal quickening, spiritual energy, and divine sanctification all lie compounded with other excellencies in that sacred eye-salve, the heavenly anointing oil of the Holy Spirit. It imparts a delightful fragrance to the character and person of the man upon whom it is poured. Nothing like it can be found in all the treasuries of the rich, or the secrets of the wise. It is not to be imitated. It comes alone from God, and it is freely given, through Jesus Christ, to every waiting soul. Let us seek it, for we may have it, may have it this very evening. O Lord, anoint thy servants.
_________________________________________________________________
(diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).

November 28, 2016

Senin, 28 November 2016

Syalom

Sebab aku sangat bersukacita, ketika beberapa saudara datang dan memberi kesaksian tentang hidupmu dalam kebenaran, sebab memang engkau hidup dalam kebenaran. [3 Yohanes 1:3]

Kebenaran berada dalam Gayus, dan Gayus hidup dalam kebenaran. Jika yang pertama tidak terjadi, yang kedua tidak akan pernah terjadi; dan jika yang kedua tidak dikatakan mengenai Gayus, yang pertama akan menjadi sekedar kepura-puraan. Kebenaran harus masuk ke dalam jiwa, menembus dan memenuhinya, kalau tidak kebenaran menjadi tidak bernilai. Doktrin-doktrin yang dipegang sebagai suatu kredo sama seperti roti yang dipegang tangan, yang tidak memberikan gizi pada kerangka tubuh, akan tetapi doktrin yang diterima hati, adalah seperti makanan yang dicerna, yang, dengan asimilasi, menopang dan membangun tubuh. Dalam diri kita kebenaran harus menjadi daya hidup, energi yang aktif, realitas yang tetap tinggal, menjadi bagian dari benang pakan dan benang lungsin diri kita [1]. Jika kebenaran berada dalam diri kita, maka seterusnya kita tidak dapat berpisah dengannya. Seseorang dapat kehilangan pakaiannya atau lengan dan tungkainya, tetapi organ dalamnya vital sehingga tidak dapat dicabut tanpa sepenuhnya kehilangan nyawa. Seorang Kristen dapat mati, tetapi ia tidak dapat menyangkal kebenaran. Nah, aturan alam menyatakan bahwa bagian dalam mempengaruhi bagian luar, seperti cahaya bersinar dari tengah-tengah lentera keluar melewati kacanya: dengan demikian, ketika kebenaran dinyalakan di dalam, cahayanya segera terpancar ke luar dalam hidup dan percakapan. Konon makanan ulat tertentu mempengaruhi warna sutera yang mereka pintal: begitu jugalah gizi yang darinya kodrat batin manusia hidup memberikan semburat pada setiap kata dan tindakan yang keluar darinya. Hidup dalam kebenaran mendatangkan hidup yang jujur, kudus, setia, dan sederhana—yaitu produk alami dari prinsip-prinsip kebenaran yang injil ajarkan, yang mana Roh Allah sanggupkan untuk kita terima. Kita dapat menilai hal-hal yang tersembunyi dari jiwa berdasarkan perwujudannya dalam percakapan seseorang. O Roh maha murah, kami mohon untuk diatur dan diperintah oleh otoritas ilahi-Mu, agar tidak ada kepalsuan atau dosa yang dapat menguasai hati kami, supaya jangan sampai hidup kami di antara umat manusia dipengaruhi niat jahatnya.

____________________

Renungan Pagi (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).

November 25, 2016

Renungan Sabtu, 26 November 2016


Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga. [Pengkhotbah 9:10]

"Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu," mengacu pada tindakan yang mungkin dilakukan. Ada banyak hal yang hati kita temukan untuk dilakukan yang tidak pernah kita lakukan. Adanya hal-hal itu dalam hati kita baik adanya, tapi kalau kita mau jadi berguna, kita tidak bisa puas dengan hanya berpikir atau membicarakannya, kita harus melakukannya dalam kehidupan nyata. Sebuah perbuatan baik lebih berharga daripada seribu teori brilian. Jangan tunggu "kesempatan besar" atau pekerjaan yang jenisnya lain, tapi mari lakukan “hal-hal yang kita temukan” di sekitar kita setiap hari. Kita tidak punya waktu lain untuk hidup. Masa lalu sudah lewat; masa depan belum datang; tidak ada waktu lain yang kita punya selain "saat ini", maka jangan menunggu sampai kamu tua baru mulai melayani Allah. Berbuahlah sekarang. Layani Allah sekarang, namun berhati-hatilah dalam mengerjakan hal-hal yang kita temukan agar tetap dengan cara yang benar—"kerjakanlah itu sekuat tenaga." Lakukan segera; jangan membuang waktu hidupmu dengan memikirkan apa yang kamu mau lakukan besok, seolah-olah itu bisa menebus pengangguranmu hari ini. Tidak ada yang pernah melayani Tuhan dengan melakukan pekerjaan esok hari. Jika kita memuliakan Kristus dan diberkati, itu melalui pekerjaan yang kita lakukan hari ini. Apapun yang engkau lakukan untuk Kristus, curahkan segala jiwa untuk itu. Jangan berikan Kristus pekerjaan kecil yang ceroboh kali ini dan lagi-lagi di saat lain; melainkan layani Dia dengan seluruh hati, jiwa, dan kekuatanmu.

Tapi di manakah keperkasaan seorang Kristen? Bukan pada dirinya sendiri, karena sesungguhnya dia itu lemah. Kekuatannya terletak pada Tuhan Semesta Alam. Jadi, mari kita cari pertolongan-Nya; mari kita mulai dengan doa dan iman, dan ketika kita telah mengerjakan apa yang “tangan kita jumpai untuk kerjakan,” mari kita menanti Tuhan untuk perkenanan-Nya. Dengan begini, apa yang kita kerjakan akan terlaksana dengan baik, dan tidak akan berakhir dengan gagal.

____________________
Renungan Pagi (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).

Gbu all

November 24, 2016

HUKUM MANUSIA MENGAJARKAN PEMBALASAN DENDAM


Mengumumkan pembebasan kepada tawanan. [Lukas 4:18]

Tiada yang lain selain Yesus yang bisa memberi pembebasan kepada tawanan. Kebebasan sejati datang hanya dari Dia. Itulah kebebasan yang selayaknya diberikan; sebab Sang Anak, yang adalah Pewaris dari segalanya, memiliki hak membebaskan manusia. Orang-orang suci memuliakan keadilan Allah, yang sekarang menjamin keselamatan mereka. Itu adalah kebebasan yang sudah dibeli dengan harga mahal. Kristus memproklamirkannya dengan kuasa-Nya, namun Dia membelinya dengan darah-Nya sendiri. Dia membuatmu bebas namun itu dengan rantai-Nya sendiri. Engkau bersih, sebab Ia memikul bebanmu. Engkau dibebaskan, karena Dia menderita untuk menggantikan kamu. Namun walaupun kamu dibeli dengan harga tinggi, Dia membayarnya tanpa menuntut apa pun dari kamu. Yesus tidak minta persiapan apa pun darimu untuk mendapatkan kebebasan ini. Dia menemukan kita yang sedang berdukacita dalam pakaian kabung dan abu, dan mengatakan pada kita memakai Jubah kebebasan yang indah; Dia menyelamatkan kita seadanya kita, tanpa sedikit pun pertolongan kita atau kebaikan kita. Ketika Yesus melepaskan kita, kebebasan itu berlangsung terus; tiada rantai yang bisa mengikat kita lagi. Biarlah Tuan berbicara kepadaku,”Tawanan, Aku telah membebaskan engkau,” dan itu untuk selamanya. Iblis berencana memperbudak kita, tapi jika Tuhan di pihak kita, kepada siapakah aku harus takut? Dunia, dengan godaannya, berusaha menjebak kita pun, Dia yang bersama kita lebih kuat daripada semua yang melawan kita. Ketika pekerjaan hati kita yang licik mempermalukan dan mengganggu kita pun, Dia yang memulai pekerjaan yang baik dalam kita akan menyelesaikannya sampai akhir [Fil 1:6]. Musuh Allah dan manusia berkumpul dan datang dengan kemarahan yang pekat melawan kita pun, kalau Allah menyatakan kita "Tidak bersalah," siapa lagi yang bisa menuduh kita? Tidaklah lebih bebas seekor rajawali yang naik terbang ke bukit berbatu, dan kemudian melayang tinggi melebihi awan, daripada satu jiwa yang Kristus sudah lepaskan. Jika kita tidak lagi di bawah hukum Taurat, tapi bebas dari kutukannya, mari tunjukkan kebebasan itu dengan melayani Allah dengan syukur dan suka hati. Tuhan, akulah hambaMu; Engkau sudah melepaskan ikatan-ikatanku. [Mazmur 116:16] “Tuhan, apa yang Engkau ingin aku harus perbuat?”[Kis 9:6 KJV]




November 23, 2016

Renungan Kamis, 24 November 2016


Kita akan melihat betapa mulia TUHAN kita: seperti tempat yang penuh sungai dan aliran yang lebar. [Yesaya 33:21]

Sungai dan aliran yang lebar menghasilkan kesuburan, dan kelimpahan di tanahnya. Tempat-tempat dekat sungai lebar terkenal akan ragam tanamannya dan banyaknya hasil panen. Seperti semua inilah Allah bagi Gereja-Nya. Dengan memiliki Allah, Gereja memiliki kelimpahan. Apa yang dapat Gereja minta yang tidak akan Dia berikan? Kebutuhan apa yang bisa Gereja sebutkan yang tidak Dia sediakan? "TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk." [Yesaya 25:6] Engkau ingin roti hidup? Roti hidup jatuh seperti manna dari langit. Engkau ingin aliran yang menyegarkan? Batu karang mengikuti engkau, dan Batu karang tersebut ialah Kristus. Jika engkau kekurangan suatu kebutuhan itu adalah kesalahanmu sendiri; bagimu ada tempat yang luas dalam hati-Nya, tetapi bagi-Nya hanya tersedia tempat yang sempit di dalam hatimu [2 Korintus 6:12]. Sungai dan aliran yang lebar juga mengarah kepada niaga. Kemuliaan Tuhan bagi kita adalah tempat penuh barang jualan surgawi. Melalui Penebus kita, kita dapat berniaga dengan masa lalu; kekayaan Kalvari, harta perjanjian, gemuknya hari-hari purbakala saat pemilihan, gudang kekekalan, seluruhnya datang kepada kita menuruni aliran lebar kasih setia Tuhan. Kita dapat berniaga, juga, dengan masa depan. Sungguh, kapal yang sarat muatan sampai pinggiran air, datang pada kita dari milenium itu! Gambaran macam apa yang kita miliki mengenai hari-hari surga di bumi! Melalui Tuhan kita yang agung kita memiliki hubungan niaga dengan malaikat-malaikat; komunitas dengan roh-roh terang yang dibasuh darah itu, yang bernyanyi dihadapan takhta; bahkan, lebih baik lagi, bersekutu dengan yang Tak Terbatas. Sungai dan aliran yang lebar dimaksudkan untuk menyampaikan ide keamanan. Pada masa lampau sungai merupakan pertahanan. Oh! kekasih, sungguh Allah merupakan pertahanan Gereja-Nya! Setan tidak dapat menyeberangi sungai lebar Allah ini. Setan berharap ia dapat membalikkan arus, tapi jangan takut, Allah tinggal tetap sama tidak berubah. Iblis dapat membuat kita khawatir, tetapi ia tidak dapat menghancurkan kita; perahu dayung tidak melaluinya, dan kapal besar tidak menyeberanginya [Yesaya 33:21].

____________________
Renungan Pagi (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).

November 22, 2016

Renungan morning evening "Persekutuan dengan Dia " 23 nov 2016


Fellowship with him. — 1 John 1:6

When we were united by faith to Christ, we were brought into such complete fellowship with him, that we were made one with him, and his interests and ours became mutual and identical. We have fellowship with Christ in his love. What he loves we love. He loves the saints—so do we. He loves sinners—so do we. He loves the poor perishing race of man, and pants to see earth’s deserts transformed into the garden of the Lord—so do we. We have fellowship with him in his desires. He desires the glory of God—we also labour for the same. He desires that the saints may be with him where he is—we desire to be with him there too. He desires to drive out sin—behold we fight under his banner. He desires that his Father’s name may be loved and adored by all his creatures—we pray daily, “Let thy kingdom come. Thy will be done on earth, even as it is in heaven.” We have fellowship with Christ in his sufferings. We are not nailed to the cross, nor do we die a cruel death, but when he is reproached, we are reproached; and a very sweet thing it is to be blamed for his sake, to be despised for following the Master, to have the world against us. The disciple should not be above his Lord. In our measure we commune with him in his labours, ministering to men by the word of truth and by deeds of love. Our meat and our drink, like his, is to do the will of him who hath sent us and to finish his work. We have also fellowship with Christ in his joys. We are happy in his happiness, we rejoice in his exaltation. Have you ever tasted that joy, believer? There is no purer or more thrilling delight to be known this side heaven than that of having Christ’s joy fulfilled in us, that our joy may be full. His glory awaits us to complete our fellowship, for his Church shall sit with him upon his throne, as his well-beloved bride and queen.

Evening

Get thee up into the high mountain. — Isaiah 40:9

Each believer should be thirsting for God, for the living God, and longing to climb the hill of the Lord, and see him face to face. We ought not to rest content in the mists of the valley when the summit of Tabor awaits us. My soul thirsteth to drink deep of the cup which is reserved for those who reach the mountain’s brow, and bathe their brows in heaven. How pure are the dews of the hills, how fresh is the mountain air, how rich the fare of the dwellers aloft, whose windows look into the New Jerusalem! Many saints are content to live like men in coal mines, who see not the sun; they eat dust like the serpent when they might taste the ambrosial meat of angels; they are content to wear the miner’s garb when they might put on king’s robes; tears mar their faces when they might anoint them with celestial oil. Satisfied I am that many a believer pines in a dungeon when he might walk on the palace roof, and view the goodly land and Lebanon. Rouse thee, O believer, from thy low condition! Cast away thy sloth, thy lethargy, thy coldness, or whatever interferes with thy chaste and pure love to Christ, thy soul’s Husband. Make him the source, the centre, and the circumference of all thy soul’s range of delight. What enchants thee into such folly as to remain in a pit when thou mayst sit on a throne? Live not in the lowlands of bondage now that mountain liberty is conferred upon thee. Rest no longer satisfied with thy dwarfish attainments, but press forward to things more sublime and heavenly. Aspire to a higher, a nobler, a fuller life. Upward to heaven! Nearer to God!

“When wilt thou come unto me, Lord?
Oh come, my Lord most dear!
Come near, come nearer, nearer still,
I'm blest when thou art near.”

Renungan Pagi (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).

November 21, 2016

Renungan Selasa, 22 November 2016


Israel memperhambakan diri untuk mendapat isteri, ya, untuk mendapat isteri ia menjadi gembala. [Hosea 12:12]

Yakub, ketika berbantahan dengan Laban, menjelaskan kerja kerasnya, "Selama dua puluh tahun ini aku bersama-sama dengan engkau; domba dan kambing betinamu tidak pernah keguguran dan jantan dari kambing dombamu tidak pernah kumakan. Yang diterkam oleh binatang buas tidak pernah kubawa kepadamu, aku sendiri yang menggantinya; yang dicuri orang, baik waktu siang, baik waktu malam, selalu engkau tuntut dari padaku. Aku dimakan panas hari waktu siang dan kedinginan waktu malam, dan mataku jauh dari pada tertidur." [Kejadian 31:38-40] Yang lebih melelahkan lagi daripada ini adalah hidup Juruselamat kita di bumi. Ia menjaga seluruh domba-Nya hingga Ia memberikan perhitungan terakhir-Nya, "Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorang pun yang Kubiarkan binasa." [Yohanes 18:9] Rambut-Nya basah karena embun, dan ikatan rambut-Nya oleh tetesan malam hari. Tidur jauh daripada mata-Nya, sebab sepanjang malam ia berdoa bergumul untuk umat-Nya. Suatu malam Petrus harus diminta; dan tidak lama kemudian pada malam yang lain, Petrus mengharuskan Yesus berdoa syafaat baginya. Tidak ada gembala yang duduk di bawah langit dingin sambil menatap bintang-bintang, dapat mengeluhkan kesulitan kerja kerasnya seperti yang Yesus Kristus dapat lakukan, kalau saja Ia mau, sebab begitu sulit pelayanan-Nya untuk mendapatkan isteri-Nya—

    "Gunung-gunung yang dingin dan udara tengah malam,
    Menyaksikan gairah doa-Nya;
    Padang gurun mengenal pencobaan-Nya,
    Pergumulan-Nya dan kemenangan-Nya pula." [1]

Betapa manisnya merenungkan paralel rohani Laban yang menuntut seluruh dombanya dari tangan Yakub. Jika mereka diterkam binatang buas, Yakub harus ganti rugi; jika salah satu dari mereka mati, ia harus menjadi penanggung seluruhnya. Bukankah kerja keras Yesus demi Gereja-Nya merupakan kerja keras Seorang yang mempunyai kewajiban untuk menyerahkan setiap orang percaya kepada Dia, yang sudah menitipkan mereka? Pandang Yakub yang bekerja keras, dan engkau akan melihat representasi Dia yang mengenai-Nya kita baca, "Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya." [Yesaya 40:11]

____________________

Renungan Pagi (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).

November 20, 2016

Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus. [Efesus 4:30]



Semua yang dimiliki orang percaya pasti datang dari Kristus, tetapi disalurkan hanya lewat Roh kemurahan. Terlebih lagi, karena seluruh berkat yang mengalir padamu datang lewat Roh Kudus, maka juga tidak ada hal baik yang dapat datang dari dirimu dalam pemikiran kudus, penyembahan khusyuk, dan perbuatan baik, terlepas dari tindakan pengudusan dari Roh tersebut. Meskipun bibit kebaikan ditaburkan dalam dirimu, bibit itu akan tertidur kalau Roh tidak bekerja di dalammu dan melaksanakan kehendak-Nya sesuai dengan kemauan-Nya. Engkau ingin berbicara atas nama Yesus—bagaimana mungkin kalau Roh Kudus tidak menyentuh lidahmu? Engkau ingin berdoa? Aduh! betapa bosannya kegiatan itu kalau Roh tidak bersyafaat bagimu! Engkau ingin menaklukkan dosa? Engkau ingin menjadi kudus? Engkau ingin meniru Tuanmu? Engkau ingin naik ke tingkat kerohanian yang tinggi? Engkau ingin dijadikan seperti malaikat-malaikat Allah, penuh semangat dan giat dalam memperjuangkan perkara Tuan mereka? Engkau tidak bisa melakukannya tanpa Roh—"di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." [Yohanes 15:5] O ranting pokok anggur, engkau tidak dapat berbuah tanpa getah! O anak Allah, engkau tidak memiliki hidup di dalam dirimu terlepas dari hidup yang telah Allah berikan kepadamu melalui Roh-Nya. Maka janganlah mendukakan atau memancing kemarahan-Nya dengan dosa kita. Marilah kita tidak memadamkan Dia dalam gerakan-Nya yang paling sayup-sayup sekalipun dalam jiwa kita; marilah kita kembangkan setiap saran-Nya, dan siap menaati setiap dorongan-Nya. Jika Roh Kudus memang perkasa, hendaklah kita tidak mencoba apapun tanpa Dia; hendaklah kita tidak memulai suatu rencana, tidak mengerjakan suatu usaha, maupun menyetujui transaksi apapun, tanpa memohon perkenanan-Nya. Marilah kita menghormati Dia dengan merasakan kelemahan kita saat terpisah dari-Nya, dan kemudian bergantung hanya pada-Nya, dengan mengucapkan dalam doa kita, "Bukakanlah hatiku dan seluruh diriku demi kedatangan-Mu, dan topanglah aku dengan Roh-Mu yang bebas saat aku menerima Roh itu dalam batinku."


Renungan Pagi (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).