ELKHANA BRYAN

December 03, 2016

"Tidak Seperti Seorang Ayah"


Ia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN seperti Daud, bapa leluhurnya. (2 Tawarikh 28:1)

Saya sering mendengar penilaian beberapa rekan saya yang mengatakan, "Kamu mirip sekali dengan ayahmu." Rupanya perawakan yang tinggi dan wajah saya yang mirip dengan ayah menyebabkan mereka mengatakan hal itu. Dalam hal penampilan, pepatah "Air cucuran atap jatuhnya ke pelimbahan juga" berlaku bagi saya.

Kemiripan jasmani antara orangtua dan anak tentu lazim. Namun, dalam hal karakter, tidak jarang terjadi perbedaan yang nyata, bahkan bertolak belakang. Raja Yotam, misalnya. Ia adalah raja yang takut akan Tuhan. Ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan (2 Taw 27:2). Ia meraih banyak prestasi karena ia mengarahkan hidupnya kepada Tuhan (2 Taw 27:6). Namun, karakter sang ayah ini berbanding terbalik dengan karakter anaknya. Iman Yotam ternyata tidak diwarisi oleh putranya. Ahas, anak Yotam, justru melakukan perkara yang jahat di mata Tuhan (ay. 1). Ia tidak menyembah Allah, namun menyembah Baal (ay. 2) dan juga melakukan ritual seperti bangsa-bangsa lain yang menyembah Baal (ay. 3-4). Ia tidak mencatat prestasi cemerlang seperti ayahnya. Sebaliknya, ia dan rakyat Yehuda justru menerima hukuman dari Tuhan (ay. 5-8, 16-25).

Bagaimana dengan kita? Jika Tuhan menyebut kita adalah anak-anak-Nya, dan Dia adalah Bapa kita, kita dipanggil untuk hidup serupa dengan Dia. Syukurlah, Allah tidak menuntut kita untuk mengusahakannya sendiri, melainkan memberikan Roh-Nya untuk memimpin kita (lih. Rm 8:14). Kiranya hidup kita dari hari ke hari memancarkan karakter Allah.


Tuhan yesus memberkati

Bacaan: 2 Tawarikh 28:1-27
Efesus 1-3 


No comments:

Post a Comment